Skip to main content

Revolusi Bra Tanpa Tali


Dari korset yang hanya berfungsi mengangkat payudara, sampai bra tanpa tali terbuat dari silikon.
Sekitar abad-16, wanita hanya dikenalkan dengan korset yang tertutup sampai perut untuk menutup payudaranya. Buat wanita sekarang, korset tentunya sangat tidak nyaman untuk dikenakan. Sampai akhir Perang Dunia ke-2, barulah korset ditinggalkan dan para wanita di belahan Eropa dan Amerika Utara mulai menggunakan bra.
Awalnya, bra atau brassiere dalam bahasa Perancis, hanya diproduksi oleh pabrik-pabrik garment kecil yang disalurkan ke retailer. Saat itu, belum ada bra dengan ukuran yang berbeda-beda sampai dengan tahun 1916 ketika “cup” dijadikan patokan ukuran bra payudara wanita. Selanjutnya, bra terus mengalami perkembangan untuk mencapai kebutuhan wanita dan kenyamanan ketika digunakan. Sebut saja seperti tali yang lebih lebar, bahan yang lebih lembut di dalam “cup”, dan sebagainya.
Agar tidak membingungkan, standar ukuran bra pun dipermudah dengan dikenalkan dalam alfabet dari A sampai D oleh S.H Camp and Company pada Oktober 1932. Ukuran “cup” pun dibuat berbeda-beda dan bra berinovasi dengan tersedianya pengait ganda. Sejak saat itu, bra benar-benar telah menggeser korset dan menjadi industri yang mampu mengantongi omzet trilyunan dollar.

Tanpa Tali dari Silikon
Sekarang, fungsi bra bukan hanya sebagai penutup payudara atau menciptakan kenyamanan buat para wanita, tapi telah bergeser lebih kepada mode. Penggunaan bra terus diselaraskan dengan pakaian dari penggunanya. Makanya, tidak heran bila bra dibuat berbeda-beda, bahkan disesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan. Bra untuk pergi ke kantor berbeda dengan bra bila ingin berolah raga.
Dari sekian banyak variasi, penciptaan bra tanpa tali adalah yang paling fenomenal. Tali bra dianggap sangat menggangu buat sebagian wanita. Apalagi ketika mereka ingin menggunakan gaun malam yang kebanyakan memerlihatkan bagian pundak atau punggung penggunanya. Bila ada tali bra yang menyembul keluar, tentunya sangat tidak nyaman dilihat.

Free Bra, memberikan pilihan bra tanpa tali yang tentunya akan banyak disukai para wanita yang gemar mengenakan pakaian tanpa tali, sackdress, atau gaun seksi. Terbuat dari silikon, membuat bra jenis ini dikatakan tidak mengikat dan menyebabkan pengap. Bahkan, tidak perlu dicuci, cukup dilap dengan kain halus dan dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu lama tanpa efek samping.
Sumber:http://blog.outlet.co.id/2012/03/22/revolusi-bra/

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)