Skip to main content

Pakaian anda minim? berarti anda makin diaggap bodoh

Trend fashion abad 21 memang sangat pesat berkembang. tapi jangan lupa untuk menengok sisi positif dan negatif dari trend tersebut.
Cara berpakaian memang dapat mempengaruhi penilaian seseorang. Pria yang lebih banyak memperlihatkan kulitnya dipandang lebih sensitif, tetapi kurang kompeten dibandingkan pria yang berpakaian lengkap. Respons yang sama juga dijumpai pada perempuan yang berpakaian minim.
Menurut Kurt Gray, psikolog dari University of Maryland, orang melihat orang lain dengan dua aspek. Pertama, aspek kemampuan dalam merencanakan, bertindak dan mengerahkan pengendalian diri. Dan yang kedua, kemampuan untuk merasakan emosi.
img
 Gray dan rekan-rekannya melakukan enam percobaan terhadap relawan pria dan perempuan. Dalam setiap percobaan, para peserta diminta berfokus pada tubuh atau pikiran orang lain.
Pada percobaan pertama, 159 orang siswa diberi kuesioner bersama foto dan penjelasan tentang 'Erin' (nama seorang perempuan) atau 'Aaron' ( nama seorang pria). Penjelasannya sama, tapi dalam beberapa kasus, foto Erin atau Aaron hanya mencakup bagian dada ke atas dengan Erin mengenakan atasan bikini atau Aaron bertelanjang dada.
Dalam eksperimen lain, para peneliti melihat variasi pola pikir relawan. Peneliti meminta relawan seolah-olah melihat foto situs kencan dan lebih memperhatikan daya tariknya. Di lain waktu, peneliti meminta relawan melihat foto seolah-olah akan menyewa seorang profesional dan lebih berfokus pada pemikirannya.
Percobaan lainnya memberi pertanyaan kepada relawan dewasa yang bukan mahasiswa untuk menilai foto bintang porno yang mengenakan pakaian dengan yang tanpa mengenakan pakaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun perempuan menetapkan bahwa orang-orang yang tidak mengenakan pakaian kurang memiliki kompetensi. Tapi orang telanjang dianggap lebih mempengaruhi emosi, sensasi dan aspek pengalaman lainnya.
"Penelitian kami juga menunjukkan bahwa efek ini terjadi bahkan tanpa menghilangkan pakaian. Cukup berfokus pada daya tarik seseorang atau berkonsentrasi pada tubuhnya daripada pikirannya, akan membuat kita melihat seseorang kurang memiliki kemampuan berpikir dan lebih mengutamakan perasaannya," kata Gray seperti dilansir LiveScience.
Peneliti juga menambahkan bahwa orang yang hanya mengenakan sedikit pakaian terlihat kurang bermoral. Tapi pada saat yang sama, ia dipandang lebih layak dilindungi.
"Orang tampaknya cenderung tidak akan menyakiti orang telanjang dan cenderung melindunginya. Dalam satu percobaan, orang lebih cenderung memberi kejutan listrik kepada subjek laki-laki yang memakai baju daripada subjek laki-laki yang tidak memakai baju," kata Gray.

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)