Skip to main content

Tips Mendidik Anak Agar Tidak Boros


Kasih sayang orang tua terhadap anak memang tidak ada batasnya. Namun kasih sayang terhadap anak bukan berarti semua yang diinginkan oleh anak mesti dipernuhi oleh orang tua. Orang tua juga mesti mempertimbangkan apa yang sebaiknya dipenuhi dari permintaan si anak, apa yang mesti ditunda dilain waktu, serta apa yang tidak harus diberikan.

Tanpa memikirkan prioritas untuk anak, apa yang diminta langsung diberi, maka tidak jarang anak semakin lama justru akan menjadi manja. Semua keinginan harus dituruti, entah itu sebenarnya bermanfaat atau enggak untuk mereka. Akibatnya pengeluaran keluarga juga menjadi semakin tidak terkendali. Untuk mengatasi perilaku boros pada anak, simak tips berikut :




Sebelum mengajarkan perilaku hemat pada anak, orang tua sebaiknya memberikan contoh pada anak agar tidak boros atau berlaku konsumtif. Bagaimanapun juga anak akan meniru apa yang ada dilingkungan dekatnya terlebih dahulu, termasuk oran tua.




Jika anak menginginkan beberapa barang sekaligus, tanyakan pada anak barang mana yang urgent untuk saat ini, buat urutan skala prioritas. Beritahukan pada anak bahwa tidak semua keinginan itu harus dipenuhi saat ini, tetapi pilih barang mana yang ditamakan segera dimiliki untuk saat ini, tentu menyesuaikan dengan dana yang tersedia.




Tidak semua barang yang diinginkan anak mesti dipenuhi. Saat ini banyak permintaan oleh anak yang tidak semestinya harus dituruti, misalnya anak Anda yang masih SD minta dibelikan HP karena melihat teman kelasnya membawa HP. Orang tua harus dapat menjelaskan bawah barang tersebut tidak perlu untuk saat ini, bahkan malah kemungkinan akan mengganggu belajar.




Ajarkan pada anak untuk mengatur keuangan sendiri. Orang tua mencoba memberikan uang saku pada anak untuk jangka waktu satu minggu sekaligus. Disitu anak diajarkan tanggung jawab mengatur keuangannya sendiri, dan mencoba berhemat.




Pujilah anak Anda jika telah berhasil mengatur keuangan sendiri sesuai waktu yang telah ditentukan.
Selalu konsisten dengan peraturan yang ada, jangan sampai Ibu membatasi uang saku, tetapi Ayah malah memenuhi apa saja keinginan anak. Bicarakan rencana tersebut dengan pasangan dan pengasuh Anda.




Jangan lupa, ajarkan juga kepada Anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama diinginkan anak dikemudian hari.

Semoga Tips ini bisa membantu kita semua yang sudah menjadi Orang tua

( Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10505632 )

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)