Skip to main content

Kelaparan, Pohon di Amerika ini Makan Sepeda


TERNYATA pohon besar tidak akan tinggal diam dengan benda-benda yang melekat di badannya. Pasalnya, beberapa foto dari sebuah situs internet membuktikan bahwa batang-batang pohon lambat laun akan "memakan" apapun yang menghambatnya untuk meneruskan pertumbuhannya.


Mungkin kita sama sekali tidak pernah menduga apa yang akan terjadi dengan benda-benda yang setiap hari dan telah lama berada di dekat sebuah batang pohon yang besar.

Tanpa mempedulikan ukuran benda yang menempelnya, kekuatan pertumbuhan dari batang pohon akan terus menerus merambat ke benda-benda tersebut, hingga terlihat seperti memakannya.

Sebagaimana dikutip Dailymail, Selasa (21/6/2011), pohon-pohon biasanya perlahan-lahan memakan barang-barang yang menempel di dekatnya seperti rambu peringatan, pagar, batu nissan atau bahkan sepeda selama 30 tahun.

http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/06/kelaparan-pohon-di-amerika-ini-makan.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)