Skip to main content

Google membangun Data Center berpendingin Air laut

Data Center milik Google di Hamina – Finlandia menggunakan air laut untuk mendinginkan suhu panas yang dihasilkan.

Dikutip Info Teknologi dari BusinessInsider, sebelum dibeli Google dan dibuat menjadi data center yang berisi ratusan komputer, bangunan tua di Hamina – Finlandia merupakan pabrik pembuatan kertas biasa.
Yang menjadikannya unik, alih-alih menggunakan mesin AC (air conditioning) untuk mendinginkan panas yang dihasilkan komputer dalam data center, Google memutuskan untuk mendinginkannya dengan menggunakan gorong-gorong granite yang sebelumnya sudah ada dan menyambungkannya ke teluk didekat data center yang berfungsi sebagai water cooling raksasa. (lihat video dibawah untuk prosesnya)

Proses pendinginan dimulai Google dengan memompakan air laut ke gorong-gorong dan pipa didalam data center, kemudian mesin exchanger akan menyalurkan panas yang dihasilkan data center tersebut ke air laut.
Air laut yang menjadi panas akan dicampurkan kembali dengan air laut yang lebih dingin sebelum dikembalikan ke lautan, sehingga ketika air laut kembali ke lautan suhunya sudah mendekati suhu normal perairan, yang memperkecil resiko naiknya suhu air laut dikawasan tersebut.
Penggunaan teknologi ini merupakan penghematan biaya yang sangat luar biasa, karena biaya energi yang dikeluarkan dalam pengelolaan data center akan lebih mahal dari biaya gedung maupun hardware — dan biaya pendinginan “Air Conditioner” merupakan biaya termahal dalam pengoperasian data center.




http://www.infoteknologi.com/berita/google-membangun-data-center-berpendingin-air-laut/

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)