Skip to main content

92 Persen Anak di Bawah 2 Tahun Eksis di Dunia Maya



92 Persen Anak di Bawah 2 Tahun Eksis di Dunia Maya – Hampir semua anak-anak di Amerika eksis di dunia maya sebelum berusia dua tahun. Para orang tua yang berandil dalam keikutsertaan mereka di jejaring sosial mengatakan, mereka melakukannya agar kerabat mereka mengetahui perkembangan sang anak. Tapi ini juga mengundang keprihatinan soal keamanan online.

Perusahaan keamanan AVG bahkan mengatakan, banyak keluarga yang memposting foto si jabang bayi sebelum mereka lahir ke dunia. Foto ini diposting dalam bentuk sonogram. Di Amerika, sebanyak 92 persen dari anak-anak telah ‘hadir’ di jagad maya sebelum mereka menginjak dua tahun. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan anak-anak yang tinggal di Eropa (73 persen).

Masih mengacu pada penelitian yang digelar AVG, rata-rata ”kelahiran digital” anak-anak terjadi saat mereka berusia enam bulan, dengan sepertiga dari mereka memiliki foto dan informasi di dunia maya dalam hitungan minggu.

Tak hanya di jejaring sosial, ternyata anak-anak yang masih ‘buta’ internet ini juga telah memiliki alamat e-mail. Para orang tua yang membuatkan e-mail ini menjelaskan bahwa mereka melakukannya untuk berbagi dengan teman dan keluarga.

Sebanyak 70 persen dari para orang tua mengemukakan alasan tersebut, sedangkan yang lain beralasan mereka ingin menambahkan konten lain dalam profil situs jejaringnya. Sisanya, yakni 18 persen mengungkapkan mereka hanya sekedar ikut ikutan teman.

CEO AVG JR Smith berujar, dengan kenyataan itu orang tua diimbau untuk berhati-hati. Sejumlah pertanyaanpun dihadapkan seperti: “Di masa depan, apa yang nanti anak-anak pikirkan tentang informasi yang sudah kalian unggah di online?”

Smith menegaskan, dengan langkah ‘mengeksiskan’ anak-anak di dunia maya, maka para orang tua dipaksa untuk memberi perhatian lebih pada privacy setting yang ada di situs jejaring sosial. Jangan sampai informasi yang sebenarnya ingin ditujukan pada teman dan keluarga saja malah bisa dilihat oleh semua pengguna internet di seluruh dunia.

Tak hanya orang tua, semua pihak harus bertanggung jawab terhadap tantangan keamanan online. Orang tua dan anak-anak harus mengedukasi diri mereka tentang perlindungan informasi. Sekolah juga hendaknya mengajarkan murid dan wali murid tentang privacy serta pembuat kebijakanpun harus selalu update tentang hal itu.

http://www.todaypos.com/92-persen-anak-di-bawah-2-tahun-eksis-di-dunia-maya.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)