Skip to main content

Kematian Gadis Dalam Mantel Afghan Akhirnya Terkuak

Misteri kematian 'Gadis dalam Mantel Afghan' 35 tahun lalu akhirnya terkuak setelah gambarnya disebarluaskan ke publik. Seorang pria mengaku mengenalinya setelah gambar wajahnya direkonstruksi menggunakan komputer dan dimuat di suratkabar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCZMtGgGFLzxGHa74tse_aL51JkSM-D6V-9KqwJf2QPfviBzP_1s28Df8kIXah0W4JI-_ishCu2nJCqbMCmyUPgeqq2qb77H686Bu4XLQm0AKnJEtdIt8T1CeelPMct0ibCMYTXb62hng/s1600/odile.jpg

Polisi telah berusaha mengungkap identitasnya sejak dia ditemukan tewas dengan kondisi yang sulit dikenali di sisi A1 (Alliance One) di Hertfordshire pada Februari 1875 setelah tampaknya ditabrak lori. Kemudian, belakangan di tahun ini, seniman forensik dari Universitas Dundee membuat sebuah gambar wajah gadis yang mirip berdasarkan struktur tulangnya.

Melihat gambar ini di koran bulan lalu, pemilik toko hewan David Liversedge dan isterinya Barbara mengenali gadis itu sebagai pelajar cantik Perancis bernama Odile Ludic yang pernah tinggal bersama mereka di tahun 70an.

"Aku melihat ke gambar itu dan mengenali wajahnya sebelum membaca ceritanya," kata David, 57 tahun. "Aku menunjukkan koran itu ke isteriku dan bertanya padanya kepada siapa wajah itu mengingatkannya dan dia langsung bilang 'Odile'."

Polisi kini mencoba mengontak keluarga Ludic di Perancis. Tn Liversedge ingat pada malam di tahun 1972 saat pertama kali bertemu Odile.

"Dia menumpang di Circular Road Utara London saat terjadi badai petir besar. Dia memakai mantel Afghan dan aku bahkan tidak tahu apakah dia laki-laki atau perempuan saat itu," dia mengenang.


Dia memberinya tumpangan dan akhirnya mereka pun berteman selama enam bulan selama gadis itu, di usia 20an, tinggal bersamanya dan isterinya di sebuah cottage di Bedfordshire. Tn Liversedge bahkan membantu Odile, yang saat itu sedang memulai kursus bahasa di Cambridge, untuk mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik souvenir dekat situ.

 
Afghan Coat yang populer di tahun 70an
Odile memberi sedikit sekali keterangan tentang latarbelakangnya, kecuali bahwa dia datang dari sebuah kota di utara Paris.

Pada tahun 1973, Odile pindah ke Cambridge dan keluarga Liversedge tidak pernah melihatnya lagi.

Namun fakta bahwa tubuhnya ditemukan beberapa mil dari rumah mereka dua tahun kemudian membuat Barbara, 59, menyimpulkan bahwa Odile kembali untuk mengunjungi mereka saat ia terbunuh. Polisi Perancis telah mengontak melalui Interpol mengikuti informasi Tn Liversedge. Detektif Metropolitan yang sudah pensiun Tom Read, 65 tahun, memimpin penyelidikan kasus lama ini. Dia berkata, "Aku tidak ragu bahwa itu kecelakaan, tapi seseorang pasti tahu sesuatu. Kami tidak pernah menemukan tas tangannya atau sepatu, meskipun jalan itu ditutup untuk pencarian beberapa kali waktu itu."

source: http://therewillbeposts.blogspot.com/2010/09/kasus-gadis-dalam-mantel-afghan.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)