Skip to main content

Di Tasikmalaya, Tiang Dan Lantai Masjid Bergeser Sendiri



Tiang dan Lantai Masjid Bergeser Sendiri

Ilustrasi
Warga Kampung Tundagan, Kelurahan Lingga Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya digemparkan oleh kabar bergeser dengan sendirinya lantai dasar keramik dan tiang dalam Masjid Jami Al-Falah.


Seorang pengurus masjid, Sariful Gaos, mengatakan pergeseran itu tampak jelas terlihat dari lantai dasar masjid yang sebelumnya sudah bergeser sejak empat hari lalu, kemudian kembali terjadi bergeser seperti semula Rabu malam.


Warga sebelumnya tidak percaya, namun karena ini memang keajaiban akhirnya melalui pengeras suara diberitahukan kepada seluruh warga hingga berdatangan ke dalam masjid.


"Terlihat kembali bergesernya sekarang, berubah lagi seperti semula," katanya yang menjelaskan derajat pergeseran itu tidak terlalu besar.


Masjid pinggiran Jalan Tundagan dibangun tahun 1989 itu, berdasarkan pengakuan warga, masjid kembali bergeser seperti semula usai para jemaah menunaikan shalat Isya.


Peristiwa bergesernya masjid itu, hingga menjelang tengah malam warga yang sekedar ingin melihat keajaiban alam tersebut masih memadati kawasan masjid.


Peristiwa pergeseran yang tampak jelas terasa dan terlihat sebagian warga itu, meskipun sebagian besar warga yang datang sudah tidak melihat lagi pergeseran lantai dan tihang dalam masjid itu masih tampak heboh memperbincangkannya.


Fenomena pergeseran bangunan masjid itu, dari pengakuan warga dan pengurus masjid tidak ada material bangunan masjid yang mengalami kerusakan atau keretakan dari pergerakan itu, kecuali keretakan bekas gempa Tasikmalaya 2 September 2009.


Warga setempat, Uun (60) mengatakan pergeseran masjid itu terlihat dari deretan keramik yang arah garisnya bergeser kesamping serta empat tihang berbentuk persegi dalam masjid itu dua diantaranya bagian dinding tihang terlihat sudutnya bergeser.


"Karena tidak percaya bergeser, saya buka karpetnya dan terlihat keramik itu miring ke bagian selatan dan bergeser ke barat," katanya.


Bahkan warga yang mendatangi masjid tersebut tampak keheranan dan sebagian warga mengaku merinding mendengar dan melihat langsung lantai dan tiang masjid bergeser dari sudut yang biasa warga melihatnya sejak awal pembangunan.


"Terlihat bergesernya itu dari lantai dan tihang dalam masjid melilit ke samping," kata Ny Yuyun, seorang warga setempat yang datang bersama anaknya.

source: http://www.tribunnews.com/2010/09/23/tiang-dan-lantai-masjid-bergeser-sendiri

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)