Skip to main content

Tahukah Kamu: Jabat Tangan Yang Positif Ada Rumusnya Lho?



http://1.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TEQ-1XY159I/AAAAAAAABBg/CcyFlhzB7Go/s1600/abror1.jpg


Berjabat tangan dapat mengungkap aspek kepribadian yang memberikan kesan tertentu bagi orang yang melakukannya. Agar efeknya positif, maka beberapa hal harus diperhatikan termasuk temperatur dan kelembaban pada telapak tangan.

Efek psikologis tersebut terungkap dari cara seseorang melakukan jabat tangan. Misalnya genggaman yang terlalu lemah memberi kesan tidak nyaman, sementara genggaman yang terlalu cepat akan memberi kesan arogan.

Penelitian di University of Manchester menemukan 20 persen orang tidak menyukai tradisi berjabat tangan. Beberapa alasan yang paling banyak disampaikan adalah telapak tangannya berkeringat, bersalaman dengan terlalu kuat maupun tidak bersemangat, serta tidak ada kontak mata.

Untuk itu seorang profesor psikologi, Geoffrey Beattie merumuskan kondisi ideal untuk berjabat tangan agar dapat memberi kesan menyenangkan. Dikutip dari Foxnews, Senin (19/7/2010), rumus tersebut adalah sebagai berikut: "PH = √ (e2 + ve2)(d2) + (cg + dr)2 + phi((4(s)2)(4(p)2))2 + (vi + t + te)2 + ((4(c)2 )(4(du)2))2"

keterangan:
(e) kontak mata (1 = tidak ada; 5 = tatapan langsung) nilai yang disarankan 5;
(ve) salam verbal (1 = salam yang sesuai; 5 = salam yang tidak sesuai) nilai yang disarankan 5;
(d) senyum Duchenne - senyum di mata dan mulut, dipadukan dengan simetri kedua sisi wajah (1 = tidak sempurna); 5 = sempurna) nilai yang disarankan 5;
(cg) luas area genggaman genggaman (1 = sedikit; 5 = penuh) nilai yang disarankan 5;
(dr) kelembaban telapak tangan (1 = basah; 5 = kering) nilai yang disarankan 4;
(s) kekuatan genggaman (1 = lemah; 5 = kuat) nilai yang disarankan 3;
(p) posisi tangan (1 = lebih dekat ke tubuh sendiri; 5 = lebih dekat ke tubuh lawan) nilai yang disarankan 3;
(vi) hentakan tangan (1 = terlalu kuat/terlalu lemah; 5 = sedang) nilai yang disarankan 3;
(t) temperatur telapak tangan (1 = terlalu dingin/terlalu panas; 5 = sedang) nilai yang disarankan 3;
(te) tekstur tangan (5 = sedang; 1 = terlalu kasar/terlalu lembut) nilai yang disarankan 3;
(c) kontrol (1 = rendah; 5 = tinggi) nilai yang disarankan 3;
(du) durasi (1 = terlalu cepat; 5 = terlalu lama) nilai yang disarankan 3.

Apabila seluruh kondisi ideal dimasukkan ke dalam rumus tersebut, maka nilai yang diperoleh adalah 70,77 yang merupakan nilai sempurna untuk berjabat tangan. Jika nilainya di bawah atau di atas, seorang tidak akan menemukan kondisi salaman yang ideal.

Secara sederhana, rumus tersebut ingin menganjurkan beberapa hal saat berjabat tangan yaitu:
  1. Menggunakan tangan kanan
  2. Genggaman penuh dengan kekuatan sedang
  3. Hentakan dengan kekuatan sedang kurang lebih 3 kali
  4. Telapak tangan yang sejuk atau kering
  5. Tahan selama kurang lebih 2-3 detik
  6. Diikuti dengan kontak mata serta ucapan salam yang sesuai.
source: http://all-mistery.blogspot.com/2010/07/tahukah-anda-jabat-tangan-yang-positif.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)