Skip to main content

Budaya Di Mauritania: Cantik Itu Besar, Besar Itu Cantik


Kalau di banyak negara kecantikan diidentikkan dengan langsing, tidak demikian halnya dengan di Mauritania. Di negeri yang terletak di barat laut Afrika itu, justru berlaku tradisi berkebalikan yang sudah demikian mengakar: big is beautiful. Besarnya bentuk badan wanita menunjukkan besarnya cinta mereka kepada sang suami.

Namun, ada benang merah yang menghubungkan leblouh -demikian tradisi itu disebut di Mauritania- dengan tren kelangsingan. Yakni, sama-sama menyiksa wanita. Diet untuk menjadi langsing bisa menimbulkan bulimia, sedangkan agar bisa endut secara cepat, para wanita di Mauritania dipaksa mengonsumsi makanan dan minuman dalam kadar yang di luar batas. Kalau kemudian mereka muntah, muntahannya juga harus ditelan.

Seperti dilansir The Guardian Minggu lalu (1/3), leblouh sebenarnya sudah ditanggalkan bertahun-tahun. Namun, sejak kembalinya pemerintahan junta militer ke negeri bekas jajahan Prancis Barat tersebut tahun lalu, tradisi lama itu dihidupkan.

Aminetou Mint Ely, seorang pejuang hak asasi wanita, mengatakan bahwa tradisi itu berkaitan erat dengan budaya kawin muda. Di wilayah pedalaman negeri muslim berpenduduk sekitar 3,3 juta tersebut, gadis berusia lima, tujuh, dan sembilan tahun memang lazim dipaksa menikah. Nah, sebelum dipertemukan dengan calon suami, mereka dipaksa menjalani ritual leblouh.

Para gadis belia yang akan menjalani leblouh dipisahkan dari keluarganya untuk dibawa ke tempat “penggemukan”. Di sana mereka akan diasuh oleh bibi atau neneknya. Mereka diberi makan nasi serta minum susu unta dan air dengan porsi jumbo. Dalam sehari mereka diharuskan makan dua kilogram nasi yang dicampur dengan dua gelas mentega dan 20 liter susu unta.

“Di Mauritania, ukuran tubuh wanita mencerminkan seberapa luas dia menempati hati suaminya,” ujar Mint Ely.

Menurut Mint Ely yang juga ketua Asosiasi Wanita Kepala Rumah Tangga itu, kembali berkembangnya leblouh itu adalah sebuah kemunduran. “Padahal, kita sudah mempunyai menteri urusan wanita. Kuota 20 persen wanita di parlemen sudah terpenuhi. Kita juga punya diplomat dan gubernur perempuan.

source:  http://cuma-ingin-tahu.blogspot.com/2010/07/tradisi-yang-aneh-sebelum-nikah-badan.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)