Skip to main content

Ternyata Jabulani Bola Terburuk di Piala Dunia



JOHANNESBURG – Jabulani kembali menuai kritikan tajam dari para tim peserta Piala Dunia karena kualitasnya yang tidak memenuhi standar.  Pelatih Inggris Fabio Capello pun mengklaim Jabulani adalah bola terburuk yang pernah dilihatnya.

Jabulani adalah nama yang diberikan untuk bola resmi Piala Dunia di Afrika Selatan. Jabulani sendiri mempunayi arti “to celebrate” (untuk merayakan). Namun sepertinya arti nama itu berbanding terbalik dengan kenyataanya saat ini.

Peristiwa blunder yang dilakukan oleh beberapa kiper akibat sulitnya untuk mengendalikan bola, maka tak heran jika bola keluaran Adidas itu menuai banyak kritikan pedas. Tak terkecuali dari mantan pelatih Real Madrid itu.

Menurut pandangan Capello, bola tersebut adalah bola terburuk saat ini dan mempunyai efek yang sangat merugikan bagi para pemain maupun kiper.
“Untuk pemain, bola itu sangat buruk dan juga bagi kiper yang tidak selalu kesulitan mengantisipasi pergerakannya,” ujarnya kepada BBC.

“Terkadang masalah terbesarnya adalah sulit untuk mengontrolnya. Akan sangat baik jika kamu bermain bola pendek, namun ketika mencoba bola panjang sangat sulit memahami bagaimana pergerakannya,” lanjutnya.
 
Tidak hanya capello, pelatih Pantai Gading Sven Goran Erikson juga turut mempertanyakan kualitas bola itu. “Sudah telat untuk melakukan sesuatu untuk bola tersebut di Piala Dunia. Ini pelajaran untuk pertandingan besar berikutnya. Seharusnya didiskusikan dan semua orang mendengarkan saran kiper terbaik dunia,” ujar Erikson.

source: http://dalmuji.wordpress.com/2010/06/18/ternyata-jabulani-bola-terburuk-di-piala-dunia/

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)