Skip to main content

Menstrala, Seni Melukis Menggunakan Darah M

Pertama kali terpikir bagi kaum wanita ketika dia sedang mendapat siklus haid apalagi ketika sudah mengalami kebocoran adalah rasa malu yang sangat dan bagaimana dia dapat menyembunyikannya.

Tapi tidak bagi Vanessa Tiegs dia malah berpikir ”bagaimana saya bisa memanfaatkan darah ini dengan menuangkannya di kanvas lalu memajangnya di musium daripada saya hanya mengutuk darah haid yang menembus keluar??”
Vanessa Tiegs
Vanessa Tiegs seorang mantan penari balet profesional sekarang tinggal di san fransisco, USA .

dia memulai jurnal melukisnya yang berjudul Spiral Moon pada September Tahun 2000 . Dia terinspirasi oleh sebuah buku yang berjudul blood, breed and roses ‘how menstruatin create the world’. Hal itu merubah pandangannya pada dunia menstruasi . Lalu ia mulai jurnalnya dan melukis lebih dari 88 lukisan yang ditampung dari 36 kali siklus menstruasinya. Setelah itu ia memilih 13 dari 88 lukisannya untuk di pamerkan di jurnal Spiral Moon.
Pembaca mungkin bertanya-tanya bagaimana ia menggunakan darah menstruasinya untuk melukis padahal itu sangatlah bau dan yang pastinya tidak higienis??

Rupanya ia mencampur darah menstruasinya dengan media campuran arkilik agar yang tercium bukan bau anyir darah menstruasi tapi bau campuran arkiliklah yang tercium. Banyak yang mencibir Vanessa dan mengatakan bahwa itu tidaklah sehat dan sangat menjijikkan . Tapi tidak sedikit yang memuji Vanessa dan ketika pameran hasil dari seni Vanessa Tiegs dibuka sebagian hasilnya disumbangkan ke pusat penelitian Siklus Menstruasi dan Ovulasi University of British Columbia.

Inilah seni Menstrala karya-karyaVanessa Tiegs yang menakjubkan :
Menstrala 1:

Menstrala 2:

Menstrala 3:

Menstrala 4:

Menstrala 5:

Menstrala 6:

Menstrala 7:

Menstrala 8:

source: http://cuma-ingin-tahu.blogspot.com/2010/06/menstrala-seni-melukis-dengan.html

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)