Skip to main content

Nenek Moyang Manusia Diduga Berasal Dari Ikan




Hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, 17 Mei 2010 lalu menguak fakta mengejutkan soal asal-usul manusia.
Studi terbaru menyebutkan manusia harus ‘berterimakasih’ pada nenek moyangnya, ikan prasejarah, yang membuka jalan evolusi manusia.
Dijelaskan, sekitar 360 juta tahun lalu, terjadi peristiwa kepunahan massal hingga memutar ulang kehidupan di Bumi. Peristiwa itu melontarkan vertebrata — mahluk bertulang belakang– dari air ke tanah, termasuk ikan-ikan purba. Spesies yang beruntung selamat dari tahapan ini menjadi pioner menuju tahapan evolusi vertebrata modern.
“Peristiwa itu berakibat pada semua mahluk hidup, kemusnahan terjadi secara global,” kata pimpinan riset, Lauren Sallan dari Universitas Chicago, seperti dimuat laman Live Science, 20 Mei 2010.
“Ini memutar ulang keanekaragaman hayati vertebrata di semua lingkungan tanpa kecuali, baik di air tawar maupun lautan – menciptakan dunia yang sama sekali berbeda.”
Kepunahan terjadi di masa-masa menuju berakhirnya Zaman Ikan, atau yang dikenal dengan Periode Devonian, 416 hingga 359 juta tahun lalu.
Ikan purba bercangkang yang disebut placoderma dan ikan bersirip cuping (lobe-finned fishes) dari jaman prasejarah — yang mirip ikan lungfish modern — mendominasi biota air.
Sementara, ikan yang siripnya bersinar (ray-finned fishes), hiu, dan tetrapoda, hewan vertebrata yang memiliki empat kaki, jadi minoritas.
Namun, di antara Periode Devonian yang diikuti Periode Carboniferous, placoderma punah, pupulasi ikan yang siripnya bersinar menggantikan dominasi ikan bersirip cuping — pergeseran demografik ini berlanjut hingga hari ini. “Ada semacam insiden di akhir masa Devonian,” kata anggota peneliti, Michaels Coates dari Universitas Chicago.
“Sesuatu terjadi yang nyaris menyapu bersih segalanya, dan yang selamat melewatinya menciptakan sesuatu yang spektakuler.”
Para peneliti menganalisa fosil vertebrata yang menunjukan perubahan penting dalam keanekaragaman hayati terkait dengan kepunahan Hangenberg.
Hangenberg terjadi 15 juta tahun setelah kepunahan terjadi — atau di akhir masa Devonian Kellwaser, yang dianggap satu dari lima kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi. Ilmuwan menyimpulkan bahwa peristiwa itu bertanggung jawab melontarkan hewan-hewan laut ke tanah.
Sebelum masa punah, ikan seperti Tiktaalik dan mahluk tetrapoda purba sepertiIchthyostega membuat langkah pertama eksistensi mereka di darat.
Namun, setelah masa kepunahan itu, sebuat fosil panjang yang dikenal sebagai ‘Romer’s Gap’ menyapu habis tetrapoda , sebuah teka teki yang memusingkan para palaeontogis selama bertahun-tahun.
Gap selama 15 juta tahun adalah periode ‘mabuk’ setelah peristiwa traumatik, Hangenberg. Ketika akhirnya tetrapoda yang pulih, mereka yang selamat diduga menjadi nenek moyang mayoritas mahluk vertebrata yang ada saat ini, termasuk manusia.
source: vivanews.com

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)