Skip to main content

Patung Penjajah Jan Pieterszoon Coen Tumbang


Patung mantan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen yang berdiri angkuh di alun-alun Kota Hoorn, Belanda tumbang pada Selasa 16 Agustus 2011, sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-66.

Seperti dimuat Radio Nederland (RNW), patung perunggu itu jatuh dari penyangganya saat sebuah mobil derek menabraknya dengan keras, ketika akan memasang lampu jalanan.

Kerusakan cukup parah sehingga patung harus dipindahkan dan diperbaiki. Juru Bicara Kota Hoorn mengatakan, patung belum pernah dipindah sejak berdiri di kota kelahiran Coen (1587-1629) tahun 1893.
Coen yang dianggap bertanggung jawab atas genosida di Kepulauan Banda, Maluku justru dipahlawankan selama berabad-abad di kampung halamannya. Namun, bulan lalu, Dewan Kota Hoorn menyatakan deskripsi Jan Pieterszoon Coen harus direvisi. Sebab, versi lama tidak kritis. Sejarah harus jujur mengungkap bahwa, rezim Coen yang brutal menelan korban penduduk pribumi di Hindia Belanda. Fakta itu tak boleh diingkari.

Patungnya yang menjulang juga belakangan menuai protes. "Patung itu melambangkan penghormatan terhadap seorang pembantai terbesar dalam sejarah Belanda," demikian pendapat Eric van de Beek, pemrakarsa Burgerinitiatief atau Prakarsa Warga yang ingin patung itu dipindahkan dari alun-alun Hoorn ke museum, seperti dimuat RNW.

Dalam patung tersebut, J.P. Coen si peletak dasar Batavia -- cikal bakal Jakarta -- dijuluki Mur Jangkung, kalau melihat patung yang dibuat menurut ukuran sebenarnya, dia tidak tinggi. Selama memerintah Batavia, ia mencoba membuat Batavia seperti Hoorn, kota kelahirannya. "JP Coen dibangga-banggakan oleh pemerintah kolonial. Mulai dari jaman VOC sampai dengan masa kolonial Hindia Belanda. Bahkan gambar JP Coen ada di uang gulden ketika itu", demikian jelas Dr Liliek Suratminto, pakar VOC pada Radio Nederland.

Coen meninggal dalam usia yang relatif muda, 42 tahun. Namun, sepanjang usianya yang singkat, ia mampu menjelma jadi sosok kontroversial. Ia mendapat julukan 'Ijzeren Jan' atau 'Jan Besi', karena kebengisannya itu.

Konon, beberapa hari sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia masih menyiksa anak asuhnya Sarah, yang ketahuan main serong dengan seorang pelaut. Sang pelaut dihukum mati.

Kekejamannya yang paling besar adalah membinasakan penduduk Banda, karena mereka melawan monopoli pala VOC. Mereka tidak mau hanya menjual pala pada VOC dengan harga murah.

Selain patung Coen, kontroversi juga menimpa patung Van Heutsz yang terletak di bilangan perumahan mewah di Amsterdam. Gubernur jendral JB Van Heutsz ini dianggap bertanggung jawab atas kekejaman di Aceh. Di tahun 60-an monumen ini beberapa kali dirusak.


http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/08/patung-penjajah-jan-pieterszoon-coen.html

Popular posts from this blog

Berikut Adalah Daftar Gaji Bos-Bos BUMN

Daftar Eco Racing

Mau tau mengenai Eco Racing? Berikut daftar agen eco racing mitra kami.  Cara Bergabung Eco Racing . Cara Daftar Member Eco Racing . Cara Daftar Agen Eco Racing . Agen Eco Racing Batam Center . Agen Eco Racing Batam . Cara Bergabung Eco Racing . Stokis Eco Racing Batam . Distributor Eco Racing Batam . Agen Eco Racing Tegal . Eco Racing Tegal . Distributor Eco Racing Tegal . Eco Racing Batam Distributor Eco Racing Batam . Stokis Eco Racing Tegal . Distributor Eco Racing Tegal . Jual Eco Racing Tegal . Agen Eco Racing Tegal . Stockist Eco Racing Tegal . Agen Eco Racing di Tegal . Agen Eco Racing Tegal . Eco Racing di Tegal . Eco Racing Malaysia . Distributor Eco Racing Malaysia . Eco Racing Johor Bahru . Distributor Eco Racing Johor Bahru . Jual Eco Racing Johor Bahru . Eco Racing Brunei . Agen Eco Racing Brunei . Jual Eco Racing Brunei . Stokis Eco Racing Brunei . Distributor Eco Racing Brunei Eco Racing Brunei . Ejen Eco Racing Brunei . Eco Raci...

Fenomena Ayam Kampus