Skip to main content

Beda Tes DNA Biasa dengan DNA Forensik

Pada beberapa kasus tertentu seperti kriminal kadang diperlukan pemeriksaan DNA forensik dari korban. Sebenarnya apakah ada perbedaan antara pemeriksaan DNA forensik dengan tes DNA yang biasa?

“Sebenarnya sama saja dengan tes DNA biasa, tapi tes DNA forensik biasanya jika kasus tersebut akan dibawa ke pengadilan sehingga punya kekuatan hukum,” ujar DR Herawati Sudoyo, MD, PhD selaku peneliti senior dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman disela-sela acara talkshow LOreal Indonesia Fellowship Fοr Women In Science 2011 di Gedung Dikti, Jakarta, Senin (20/6/2011).

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia.

DR Herawati menuturkan tes DNA bisa dilakukan untuk pemeriksaan paternity, kriminal atau imigrasi (misalnya suatu negara tidak mau menerima seseorang masuk kalau bukan keluarganya).

“Yang digunakan untuk pemeriksaan DNA adalah bagian dari tubuh orang yang ingin dites dan juga pembandingnya,” ujar peneliti yang mendapat gelar PhD dari Monas University, Melbourne Australia tahun 1990.

Umumnya bagian tubuh yang lebih mudah dilakukan pemeriksaan adalah darah atau melakukan suap mukosa pipi, sedangkan jika menggunakan rambut juga bisa tapi memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Jika menggunakan sampel darah maka yang diambil adalah sel darah putih dan bukan sel darah merahnya. Hal ini karena sel darah merah tidak memiliki inti sel yang merupakan pengujian paling akurat karena inti sel tidak bisa berubah.

Spesimen ini kemudian akan diekstraksi DNA-nya sebelum diproses oleh berbagai teknik molekuler untuk mengidentifikasi karakteristik genomik pada lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.

Metode yang digunakan dalam tes DNA adalah dengan mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya yaitu metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh.

DR Herawati mengungkapkan untuk kasus yang bukan prioritas membutuhkan waktu selama 12 hari untuk mendapatkan hasilnya karena memberi waktu bagi laboratorium untuk menganalisis, sedangkan untuk kasus dengan prioritas seperti kasus bom maka hasilnya bisa keluar dalam waktu 1 hari.

“Dinyatakan cocok jika hasil DNA seseorang 99,99 persen match dengan DNA dari pembandingnya, yang dilihat disini adalah susunan dari DNA yaitu TGCA nya,” ujar DR Herawati.

http://www.todaypos.com/beda-tes-dna-biasa-dengan-dna-forensik.html

Popular posts from this blog

Berikut Adalah Daftar Gaji Bos-Bos BUMN

Daftar Eco Racing

Mau tau mengenai Eco Racing? Berikut daftar agen eco racing mitra kami.  Cara Bergabung Eco Racing . Cara Daftar Member Eco Racing . Cara Daftar Agen Eco Racing . Agen Eco Racing Batam Center . Agen Eco Racing Batam . Cara Bergabung Eco Racing . Stokis Eco Racing Batam . Distributor Eco Racing Batam . Agen Eco Racing Tegal . Eco Racing Tegal . Distributor Eco Racing Tegal . Eco Racing Batam Distributor Eco Racing Batam . Stokis Eco Racing Tegal . Distributor Eco Racing Tegal . Jual Eco Racing Tegal . Agen Eco Racing Tegal . Stockist Eco Racing Tegal . Agen Eco Racing di Tegal . Agen Eco Racing Tegal . Eco Racing di Tegal . Eco Racing Malaysia . Distributor Eco Racing Malaysia . Eco Racing Johor Bahru . Distributor Eco Racing Johor Bahru . Jual Eco Racing Johor Bahru . Eco Racing Brunei . Agen Eco Racing Brunei . Jual Eco Racing Brunei . Stokis Eco Racing Brunei . Distributor Eco Racing Brunei Eco Racing Brunei . Ejen Eco Racing Brunei . Eco Raci...

Fenomena Ayam Kampus