Jembatan Suramadu bakal dilengkapi pembangkit tenaga angin untuk penerangan jalan sepanjang 5,4 kilometer. Inilah untuk pertama kalinya ada sumber energi terbarukan jenis tenaga angin di Indonesia.
Mulai bulan depan, Asosiasi Ketenenagalistrikan Indonesia (Aklindo) akan melakukan studi yang mempelajari kecepatan angin di Jembatan Suramadu. "Jika kecepatan angin mencapai 3 meter per detik, angin bisa digunakan membangkitkan listrik tenaga angin," kata Nelson Sembiring, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Aklindo Jawa Timur pada Selasa (11/1).
Setiap lampu di Jembatan Suramadu membutuhkan daya 500 Watt. Energi sebesar 300 watt diperoleh dari angin, sementara sisanya diambil dari energi surya. Studi ini, seperti diutarakan Nelson, memakan waktu sekitar dua bulan. "April mendatang diharapkan sudah ada rencana matang untuk proyek ini," tegasnya.
Dalam waktu dekat, Aklindo juga akan studi banding ke China untuk menyeleksi peralatan pembangkit tenaga angin dan surya.
“Kami mendukung upaya pemerintah mengembangkan energi terbarukan, selain untuk memanfaatkan tingginya arus angin di kawasan Suramadu dan membantu penerangan di jembatan terpanjang dan sekitarnya,” kata Nelson.
Saat ini penerangan di Suramadu sangat minim akibat tingginya beban biaya yang harus ditanggung ke PLN untuk menerangi jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut. Akibatnya, kawasan di sekitarnya hingga Bangkalan cenderung gelap pada malam hari.
Ketua Aklindo Jatim Sutan Kasidal menambahkan kalau Aklindo menyiapkan dana tak sedikit untuk proyek ini. “Dengan asumsi anggaran setiap tiang sekitar Rp50 juta, jika jarak antartiang lampu 25 meter, maka dibutuhkan sekitar 110 tiang. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp5,5 miliar,” ungkap Sutan.
Wakil Ketua Kadin Jatim Adri Istambul Lingga Gayo menegaskan, potensi sektor industri dan lembaga lain mengembangkan energi terbarukan masih terbuka. “Ini menjadi sinergi antara lembaga dan pihak swasta dengan industri bahkan pemda,” kata Adri. (Surya)
Source: Kompas
Mulai bulan depan, Asosiasi Ketenenagalistrikan Indonesia (Aklindo) akan melakukan studi yang mempelajari kecepatan angin di Jembatan Suramadu. "Jika kecepatan angin mencapai 3 meter per detik, angin bisa digunakan membangkitkan listrik tenaga angin," kata Nelson Sembiring, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Aklindo Jawa Timur pada Selasa (11/1).
Setiap lampu di Jembatan Suramadu membutuhkan daya 500 Watt. Energi sebesar 300 watt diperoleh dari angin, sementara sisanya diambil dari energi surya. Studi ini, seperti diutarakan Nelson, memakan waktu sekitar dua bulan. "April mendatang diharapkan sudah ada rencana matang untuk proyek ini," tegasnya.
Dalam waktu dekat, Aklindo juga akan studi banding ke China untuk menyeleksi peralatan pembangkit tenaga angin dan surya.
“Kami mendukung upaya pemerintah mengembangkan energi terbarukan, selain untuk memanfaatkan tingginya arus angin di kawasan Suramadu dan membantu penerangan di jembatan terpanjang dan sekitarnya,” kata Nelson.
Saat ini penerangan di Suramadu sangat minim akibat tingginya beban biaya yang harus ditanggung ke PLN untuk menerangi jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut. Akibatnya, kawasan di sekitarnya hingga Bangkalan cenderung gelap pada malam hari.
Ketua Aklindo Jatim Sutan Kasidal menambahkan kalau Aklindo menyiapkan dana tak sedikit untuk proyek ini. “Dengan asumsi anggaran setiap tiang sekitar Rp50 juta, jika jarak antartiang lampu 25 meter, maka dibutuhkan sekitar 110 tiang. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp5,5 miliar,” ungkap Sutan.
Wakil Ketua Kadin Jatim Adri Istambul Lingga Gayo menegaskan, potensi sektor industri dan lembaga lain mengembangkan energi terbarukan masih terbuka. “Ini menjadi sinergi antara lembaga dan pihak swasta dengan industri bahkan pemda,” kata Adri. (Surya)
Source: Kompas


meragukan karena jembatan itu telah didesain seperti itukan sebelumnya.. ?
Semoga rencana itu bisa berjalan lancar dan sesuai rencana.
koq artikelnya ga update2 ???
update donk...
ini blog tebaik yg pernah q kunjungi
kok g da artikel terbaru lagi? dulu kan setiap hari up date skrg kok udah beberapa hari g up date?
mantap artikelnya nih gan!! oh ya saya sudah pasang link wahw33d di blog ane gan,, silakan ke MANAJUBELZ
Matur Suwuun, Salam admin Manajubelz ^_^V
@all about unique: iya sob, maaf kemarin dari tanggal 31 saya liburan ke mataram dan denpasar... hehehe. besok dah mulai update lagi. thanks dah jadi pembaca yang setia. :)
wah, canggih bner ya skrng Indonesia, hehehe...
mdh-mudahan bisa bertahan selamanya...
nice info ya :D
jalan-jalan jga ya ke :
http://serba-unix.blogspot.com/
@e-musafir: slalu setia dong... artikelnya keren2... aku bkin blog ku jg karena blog ini... terus up date ya...
iyo ,,seperti ada sesuatu yang hilang,,waktu mau tidur saya sering baca2 artikel wawh33d tapi waktu ga update,,seperti ada yang hilang..melas tapi kenyataan
Pasti bisa.... di hutan kalimantan saja bisa, msa di surabaya gak bisa....
seharusnya begitu tuch, masak listriknya sampai mati
Dengan hormat,
Kami ingin menyampaikan berita gembira bahwa blog anda terpilih sebagai salah satu blog yang ditampilkan di Tinjauan.com (pada tab "Hiburan")!
Terdapat badge berbagai pilihan yang dapat dipasang di blog anda. Selengkapnya dapat dilihat di http://badge.tinjauan.com/
Sekali lagi kami ucapkan selamat, dan terima kasih telah meluangkan waktu membaca pesan ini :)
asal jangan pembangunan, "bikin gendut kulit perut"
wOOOw kerenn tu semoga berjalan lancar Rencanax
Kunjungan untuk menikmati blog.. Nice..
wah,,mataps infonya gan, tapi apa mungkin?
biar tambah bagus aja suramadu hehehe