Skip to main content

Kisah Arif Suyono Dan Sepatunya Yang Hasil Mengutang



 

Sepenggal Kisah Arif Suyono Dan Sepatu Hasil Mengutang

Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus saja seperti yang (mungkin) sebagian besar orang pikir.

Sebelumnya,…. 10 Tahun yang lalu.

Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, berumur 16 Tahun dan hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.

Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak.

Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

“Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal,” cerita Ningsih sembari meneteskan air mata.

Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata.

“Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses,” tutur Ningsih.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwXnCXKjDTYhOjwAVVJ4ru85svx32Zag4HjjxtPVkoYcBUVd7Lgc_Sak87HL1pHcCxN9dn9Qz_snrdc5jCUrE7E9P1eVAdfNzAjQJXoaF6M3SBbOXDuSXcn7zcq8c2Z4qtXvWJf3KovA0/s1600/Arif+Suyono+aff+photos+%2528foto%2529.jpg
Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan.

“Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar,” ungkap Ningsih.

Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya.

“Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan,” ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata. 

Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.

source: http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/12/sepenggal-kisah-arif-suyono-dan-sepatu.html

Popular posts from this blog

Berikut Adalah Daftar Gaji Bos-Bos BUMN

Fenomena Ayam Kampus

HP/WA: 0812-7571-3754 (Tsel), Flimty Malang, Toko Flimty Fiber Malang.

Flimty Malang, Toko Flimty di Malang, Jual Flimty Malang, Beli Flimty di Malang, Tempat Jual Flimty Di Malang, Tempat Beli Flimty di Malang, Penjual Flimty di Malang, Alamat Flimty di Malang.  Agen Flimty di Kota Malang WA: 0812-7571-3754 Apakah anda sedang mencari Flimty Fiber di Kota Malang? Tidak perlu browsing lagi atau keliling dari toko ke toko atau dari satu apotik ke apotik lainnya untuk mencari produk Flimty yang fenomenal di kota Malang Khususnya ataupun Indonesia umumnya.  Cara Pemesanan Flimty di Kota Malang: Bisa langsung hubungi kami di HP/WA : 0812-7571-3754. Pengiriman bisa pakai kurir lokal.  Pengiriman bisa pakai gojek / gosend / goshop.  Datang langsung ke Toko kami di Jalan Ksatrian Kota Malang. Hubungi WA dulu ya, siapa tau kami sedang tidak ditempat.  Bagi yang belum tau, tentunya bertanya apa itu Flimty?  Flimty adalah serbuk jus praktis yang tinggal taruh di gelas terus di aduk, merupakan suplemen yang dapat meningkatkan s...