Thursday, July 29, 2010

Menggendong Mayat Anaknya Karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah

,



http://pk-sejahtera.org/v2/images/library/ferryardian/2006/juni/sinjai//04_gendong_mayat.jpg
PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah.

Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger
Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn).

Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

 
Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari”. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu.

Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.
http://pk-sejahtera.org/v2/images/library/ferryardian/2006/juni/sinjai//05_makam.jpg
Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00.

Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu.



Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet.

Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.



Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.



Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi Karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.
http://stat.kompasiana.com/files/2010/07/digendong03-222x300.jpg
Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia”, ujarnya.


source: http://regional.kompasiana.com/2010/07/28/menggendong-mayat-anaknya-karena-tak-mampu-sewa-mobil-jenazah/

18 comments to “Menggendong Mayat Anaknya Karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah”

  • July 30, 2010 at 12:05 AM
    Anonymous says:

    ampuun indonesia, terlalu berbelit birokrasinya jadi gitu tu...

  • August 29, 2010 at 4:49 PM
    Anonymous says:

    Ya Allah, Astagfirullah,....

  • September 9, 2010 at 3:36 AM
    Anonymous says:

    Semoga arwahnya diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan di sisiNya. Dan semoga keluarga yg ditinggalkan bs ikhlas dan tabah.....

  • September 16, 2010 at 8:02 PM
    Anonymous says:

    INDONESIA MENGECEWAKAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    BUKAN HANYA BAPAK SUPRIONO,TAPI HAMPIR SELURUH RAKYAT KECIL TIDAK LAGI DI PERDULIKAN............

    COBA SEKALI2 BAPAK PRESIDEN BESERTA ANTEK2NYA(PARA MENTRI TER-TERHORMAT) DI SURUH UNTUK MEMULUNG & TINGGAL DI BAWAH KOLONG JEMBATAN!!
    KALAUPUN MEREKA BERANI...........

  • September 28, 2010 at 4:14 AM
    sussnu says:

    astagfiroll haladziiiiiiim semoga indonesia yg kita sanjung dan dicintai semoga dima'afkan dan dibuka untuk orang orang miskin melarat durjana ini Ya Allah ampunilah dosa orang tua nya karena hanya untuk ini yg dia berikan dan masukan surgamu Ya Rob anak yg gak punya dosa ini danjadikanlah malaikat kecil MU semoga yg ditinggal kan mendapat Surga amiiiin.

  • October 2, 2010 at 2:37 AM
    Tania says:

    BANGSAT!!! Kayak gak punya hati sama skali!!! Sakit banget hati gue rasanya ngebaca artikel ini!!!

  • October 2, 2010 at 6:13 AM
    MRS says:

    hati yg tidak berbelaskasihan lah yg membuat kita tdk peduli terhadap org2 yg sdg mengalami musibah spt bpk itu.andai ada 1 org aja di antara petugas instansi terkait itu yg peduli,tak akan tjd kisah pilu ini.ya TUHAN BERIKANLAH HATI YG PENUH KASIH AGAR KAMI UMATMU BS MEMBUKA HATI saat kejadian2 serupa tjd di hadapan kami.sehingga kami dgn hati yg ikhlas dan penuh kasih dpt menolong org yg benar2 sdg kesusahan n tak berdaya. Amin..

  • October 3, 2010 at 6:43 AM
    Yammy says:

    Sebegini parahkah Indonesia kita????

  • October 6, 2010 at 10:31 PM
    Anonymous says:

    FYI: Saya pernah baca kisah ini dengan nama anak yg sama (Khaerunisa) di Tabloid Nova/Wanita Indonesia tahun 2005 yang lalu. Kalau nama bapaknya saya lupa.

  • October 7, 2010 at 9:24 PM
    Pendosa says:

    ya kalo tau pemerintah begitu,kita harusnya gak usah begitu.. jadi gak guna nyalahin pemerintah, kalo kita gak bertindak juga, kadang kita juga gak peduli kan kalo ada yang begitu?? ya ini dosa masyarakat..

  • October 11, 2010 at 8:50 PM
    Anonymous says:

    ampuni kami ya tuhan...hik..hik...

  • October 30, 2010 at 12:00 AM
    HAMBA TUHAN says:

    AMPUNI MEREKA YG TIDAK PUNYA RASA KASIH KEPADA SESAMA NYA ..TUHAN....

  • November 1, 2010 at 6:03 AM
    Portgas D Yon says:

    itulah Indonesia trkdang gw jga malu jdi Bangsa Indonesia...
    Itu mrupakan tjuan pemerintah saat ini, yaitu "MEMBERANTAS KEMISKINAN".
    Smua orang2 miskin di brantas(dibunuh) sampe akar2nya, dngan bgtu yng trsisa hanya orang2 kaya....

    ASTAGHFIRULLAH....

  • November 4, 2010 at 1:50 AM
    yola says:

    ASTAGHFIRULLAH...sungguh nyiris melihat realita yang ada di indonesia saat ini...kenapa pemerintah sama sekali tidak peduli trhadap rakyat yg miskin,, semoga arwah nya diterima di sisi Allah..

  • November 8, 2010 at 12:31 AM
    Anonymous says:

    HEBAT!!
    ternyata SUDAH mati HATI BANGSA ini!!
    BAHKAN POLISI YG NYURUH OTOPSI pun,,TDK BERBUAT APa2 wlpn hnya SEKEDAR MEMINJAMKAN MOBIL POLISI UNTUK MENGANTAR MEREKA,,

    ITULAH KENAPA DI NEGERI INI TERJADI BANYAK BENCANA,,UTK MENGINGATKAN KEMBALI PD SMUA ORG BAGAIMANA SEHARUSNYA MEREKA BKERJASAMA SAAT ADA SAUDARANYA YG KESUSAHAN!!

  • November 20, 2010 at 6:35 AM
    eka haryadi says:

    y Allah ,
    sedih bgd artikelnya , ,

  • October 3, 2011 at 12:03 AM
    Anansda Pvcute says:

    Yaaa Allah, br kl ini aq baca lgsung hmpir nangis kl kt yg ngerasain sdh jg kn apalg bpkx cb skrg kt tax sm org2 yg trhormat

  • October 3, 2011 at 12:05 AM
    Anansda Pvcute says:

    apakah bgini yg nmx anak yatim & org miskin atwpun org terlantar drwt oleh negara??

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalin komentar di wahw33d. Kamu bisa Bertanya dan memberikan tanggapan artikel diatas. Tapi jangan nyepam yah.. hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

wahw33d Copyright © 2009 - 2012 | Template Modified by GooGrape | Powered by Blogger