Skip to main content

Internet Menjadi Ancaman Utama Hewan Langka

Internet ternyata menjadi salah satu penyebab utama semakin punahnya binatang langka.
Hal itu diungkapkan oleh beberapa aktivis pelindung binatang, yang sedang melakukan pertemuan internasional di Doha, Uni Emirat Arab.
 
Dalam acara Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang diikuti oleh 175 negara dunia,  pakar menyalahkan internet sebagai faktor yang mendukung kepunahan hewan-hewan langka .
Melalui internet, kini orang begitu mudah menjumpai perdagangan binatang yang dilindungi. Mulai dari bayi singa hingga kulit bulu beruang kutub, yang ditawarkan di ruang-ruang chat atau berbagai situs lelang online.

“Internet telah menjadi faktor dominan yang secara keseluruhan mempengaruhi besarnya perdagangan hewan-hewan langka dunia yang dilindungi,” kata Paul Todd, wakil dari International Fund for Animal Welfare, dikutip dari Associated Press.

Todd mengatakan, selama ini ribuan binatang yang dilindungi dijual melalui internet secara rutin. Baik penjual hewan dilindungi maupun pembelinya, memanfaatkan betul kelebihan internet yang tidak bisa dijumpai di dunia nyata; yakni anonimitas, serta jangkauan pasar global yang demikian luas.

Pada pertemuan yang digelar Minggu, 21 Maret 2010 lalu, delegasi-delegasi yang berkumpul telah berhasil melakukan voting dan melarang seluruh perdagangan internasional terhadap berbagai jenis hewan langka mencakup Salamander Iran atau Kadal liar bintik Raja, yang oleh organisasi World Wildlife Fund (WWF), dinyatakan telah musnah akibat perdagangan di Internet.

Namun, beberapa hewan langka lain, seperti beruang kutub, ikan Tuna sirip biru, dan batu karang langka tidak berhasil disepakati untuk dilarang perdagangannya.

Proposal Amerika Serikat (AS) dan Swedia untuk melindungi karang merah dan karang merah muda yang banyak digunakan sebagai perhiasan dan diperdagangkan secara luas di internet, juga kandas di tengah jalan.
Kebanyakan dari delegasi yang hadir, merasa ragu untuk melakukan pelarangan yang ketat, karena khawatir aturan itu bisa berakibat langsung terhadap pendapatan nelayan-nelayan miskin.

Hingga kini, masih sulit untuk mengukur volume perdagangan ilegal hewan-hewan yang dilindungi.
Banyak yang menganggap AS merupakan pasar terbesar. Namun, Eropa, China, Rusia, serta Australia, juga merupakan negara-negara besar yang menjadi tujuan penjualan satwa yang dilindungi.

source: http://bhakroone.wordpress.com/2010/03/22/internet-ancaman-utama-hewan-langka/

Popular posts from this blog

WA: 0812-7571-3754, Flimty Dieng Malang, Agen Flimty Dieng Malang.

FLIMTY DIENG MALANG, agen flimty dieng malang, distributor flimty dieng malang, jual flimty dieng malang, beli flimty dieng malang. Penggemar Flimty Daerah Dieng Malang, apakah kamu sedang mencari Flimty shobat? Jangan kawatir, ada kami di sini yang siap melayani Pembeli Flimty Dieng Malang.  HUBUNGI KAMI AGEN FLIMTY MALANG YANG SIAP MELAYANI DAERAH DIENG  MALANG.  HP/WA: 0812-7571-3754

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...