Skip to main content

Foto-foto Saat Pelangi Menginjak Bumi

“Pelangi pelangi alangkah indahmu, merah kuning hijau, di langit yang biru…”
Penggalan bait lagu pelangi di atas tentu masih kita ingat bagaimana digambarkan indahnya pelangi, fenomena alam yang biasanya terjadi setelah hujan, berupa pembiasan cahaya matahari pada titik-titik air hujan. Yang sering kita lihat adalah pelangi yang melengkung panjang di langit.

Nah, pernah ga’ membayangkan bagaimana “ujung” dari pelangi itu ketika meneyentuh tanah (bumi)? Ternyata jauh lebih indah dari pelangi di langit yang biru itu sendiri, dan sangat-sangat jarang kita menjumpainya.

Di bawah ini adalah foto titik ujung dari garis lengkung panjang pelangi yang membelah langit. Seperti garis lengkung yang menghubungkan bumi dengan langit, seperti kisah di negeri dongeng… Sangat-sangat indah, apalagi kalau kita melihatnya sendiri secara langsung…
Ujung pelangi

Ujung pelangi

source: http://lunjap.wordpress.com/2009/02/14/saat-pelangi-menginjak-bumi/

Popular posts from this blog

Sepuluh Kota Menakutkan di Dunia

Di bawah ini beberapa kota Gunkanjima 1 yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan. Kota-kota itu kini menjadi mengerikan dan sering disebut Kota Hantu atau Kota Mati. 1. Kolmanskop Kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah 2. Prypiat Kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang be...

Istriku Budeg (Cerita Lucu)