Sunday, July 24, 2011

Polisi Belum Dipercaya, 90 Persen Tindakan Buruk Polri Dilakukan Bintara

,







Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melansir 90 persen polisi yang melakukan tindakan buruk kepada masyarakat adalah Bintara. Menurut anggota Kompolnas, Novel Ali, hasil penelitian yang dilakukan lembaganya memperlihatkan bahwa polisi pada level Bintara belum memahami polisi demokratis dan polisi modern. Penelitian itu dilakukan terhadap responden yang pernah berurusan dengan polisi di tingkat sektor (Polsek).
Perlakuan buruk itu, menurut Novel, memperlihatkan reformasi di tubuh Polri belum sepenuhnya berhasil menciptakan polisi modern yang menghormati hak asasi. “Grand strategy Polri sudah memasuki tahun keenam, namun polisi masih sulit menjaga komitmen menghormati hak asasi,” kata Novel di hadapan perwira Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada acara seminar “Refleksi, Evaluasi dan Visi Grand Strategi Polri” di Medan, Rabu (20/7/2011).
Seharusnya, kata dia, strategi besar Polri itu sudah memasuki tahap kemitraan sejak 2010. Namun, tahap itu sulit dilakukan karena tahap pertama sejak 2005, yakni kepercayaan publik, masih terus bermasalah. “Polisi belum dipercaya karena berbagai tindakan yang diperlihatkan pada Bintara ketika menangani perkara,” kata Novel.
Meski perlakuan buruk sering dilakukan Bintara, kata Novel, bukan berarti perwira polisi tidak pernah melakukan tindakan buruk. “Grand strategy Polri harus diubah dengan pendekatan bottom up dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri agar wajah polisi berubah menjadi dipercaya masyarakat,” kata Novel.
Sementara itu, Koordinator Staf Ahli Kapolri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, mengatakan polisi demokratis harus memperhatikan empat hal, yakni prioritas pelayanan, bertindak sesuai ketentuan hukum, melaksanakan tugas dengan prinsip akuntabilitas, serta melindungi hak asasi dan transparan. “Jika masih ditemukan anggota polisi berlaku buruk saat bertugas, itu akses dari reformasi Polri yang masih terseok-seok,” kata Aritonang.
Salah satu kesulitan Polri, ujar Edward, yaitu mengubah mind set dan culture setbintara agar bertindak terukur saat bertugas. “Tugas Mabes Polri terbesar saat ini menyiapkan pola rekrutmen, pendidikan, dan pengaturan tugas sebagai polisi demokratis,” ujar Aritonang.(globalmuslim)

http://fkimuikabogor.wordpress.com/2011/07/21/polisi-belum-dipercaya-90-persen-tindakan-buruk-polri-dilakukan-bintara/

1 komentar:

  • July 25, 2011 at 2:00 AM
    sandy says:

    kerjaan polisi tuh yang paling kliatan cuman razia-ranmor ama tilang doang, ngga kliatan yang melayani masarakatnya, mana ada orang yang nyaman kalo dah berurusan dengan polisi, pasti pikirannya jelek dah, nah untuk ituh, polisi harus menciptakan rasa nyaman dulu pa bila berada di tengah masyarakat, jangan dikit-dikit tilang, dikit razia ranmor, pa lagih yang mbikin jebakan di pojok tikungan jalan berpalang larangan liwat, sangat tidak manusiawi, semoga polisi bisa memberi rasa nyaman kepada masyarakat, amien

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalin komentar di wahw33d. Kamu bisa Bertanya dan memberikan tanggapan artikel diatas. Tapi jangan nyepam yah.. hehe

 

wahw33d Copyright © 2009 - 2012 | Template Modified by GooGrape | Powered by Blogger