Monday, April 5, 2010

Tanaman Putri Malu Yang Khas (Saat Menguncup)

,


Fenomena alam yang terjadi di dunia ini sungguh menakjubkan apabila kita betul-betul menyaksikan dan merenungi ciptaan sang Khaliq. Beragam makhluk hidup dengan berbagai variasi bentuk, ukuran dan warna serta tingkah laku mereka yang menggemaskan menyadarkan kita akan kebesaran sang Pencipta alam semesta. Sedikit saja fenomena alam yang kita amati, semestinya sudah cukup untuk menyadarkan kita bahwa hal itu terjadi karena adanya sang Penguasa alam. Dia-lah Allah SWT yang mengatur segala kejadian, yang menciptakan kehidupan ini dengan sistem yang sempurna tanpa cacat.

Sistem kehidupan yang sempurna dapat kita lihat sebagai contoh, yaitu sistem pergerakan dan sistem saraf. Setiap makhluk hidup mempunyai sistem pergerakan dan sistem saraf yang menyebabkan mereka mampu bergerak dan bereaksi (merespon). Oleh karena itu, bergerak dan bereaksi merupakan suatu sifat yang dimiliki makhluk hidup.

Kemampuan bergerak sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk melakukan berbagai aktivitas hidupnya. Hewan bergerak untuk mencari makanan atau mencari tempat yang aman untuk berlindung. Manusia bergerak untuk melakukan berbagai aktivitas hariannya. Gerak pada manusia atau hewan maksudnya adalah gerak berpindah tempat seperti berjalan dan berlari atau sekadar menggerakan bagian tubuhnya saja. Sistem pergerakan ini terdiri dari sistem otot dan persendian, yang memungkinkan bagian tubuhnya dapat digerakkan. Di samping kerja sistem otot dan persendian, pergerakan terjadi karena tubuh dilengkapi dengan sistem yang mampu menjalarkan rangsangan ke seluruh tubuh, yaitu sistem saraf.

Tetumbuhan sebagai makhluk hidup tentu memiliki kemampuan bergerak pula. Sepintas agaknya janggal kalau dikatakan bahwa tetumbuhan bergerak, namun nyatanya demikian. Timbul pertanyaan bagaimana tetumbuhan dapat bergerak padahal tidak mempunyai sistem otot, persendian dan sistem saraf seperti pada manusia atau hewan?

Meskipun tidak mempunyai sistem otot, sendi dan saraf, tetumbuhan tetap mampu bergerak. Gerak pada tumbuhan memang bukan gerakan berjalan atau berlari seperti yang mampu dilakukan manusia atau hewan, melainkan gerak bagian tubuhnya saja. Tetumbuhan bergerak terus-menerus akibat pertumbuhannya. Pemanjangan ujung batang atau ujung akar adalah akibat pembelahan sel-sel pada bagian ujung batang atau ujung akar tersebut.

 

Gerak bagian tubuh tumbuhan dapat tejadi pula akibat rangsangan dari lingkungan luar. Gerak ini merupakan reaksi tubuh terhadap rangsangan tersebut. Rangsangan cahaya terhadap tanaman dalam pot yang diletakkan dekat jendela menimbulkan reaksi ujung batang membelok ke arah datangnya cahaya. Menutupnya daun atau bunga beberapa jenis tumbuhan pada malam hari dan membukanya daun atau bunga pada siang hari merupakan reaksi yang timbul akibat rangsangan berupa perubahan temperatur dan intensitas cahaya.

Putri Malu Mereaksi Rangsangan
Saat kita berjalan di antara semak-semak dengan tidak sengaja tangan kita menyentuh bagian tubuh suatu jenis tumbuhan. Sentuhan tangan kita pada tumbuhan itu menimbulkan reaksi sehingga daun-daunnya menguncup dan tubuhnya terkulai layaknya tumbuhan yang layu. Oleh karena reaksinya terhadap rangsangan membuat tumbuhan ini terkulai, maka dikenal dengan nama putri malu atau rumput tidur(sleep grass).



Rangsangan pada putri malu menjalar baik dari ujung ke pangkal maupun dari pangkal ke ujung. Jika sebatang korek api menyala ditaruh di bawah ujung selembar daunnya, maka bukan daun itu saja yang segera menguncup, tetapi secara bertahap dengan cepat semua daun yang lain yang setangkai dengan daun itu akan menguncup pula. Kemudian perlahan-lahan ruas utama pun bereaksi, akhirnya rangsangan itu perlahan-lahan bergerak ke seluruh bagian atas dan bawah batang dan menyebabkan keadaan terkulai yang menyeluruh. Kita rasanya sedang menonton perjalanan rangsang sepanjang susunan saraf seekor binatang dengan gerak yang sangat lambat. Namun timbul pertanyaan dalam benak kita bagaimana mungkin “putri malu’ dapat menjalarkan rangsang ke bagian atau seluruh tubuhnya padahal dia tidak memiliki sistem saraf seperti yang dimiliki manusia atau hewan? Tanpa pemikiran yang mendalam mustahil kita mampu menjawab pertanyaan ini.

Sudah semestinya kita sebagai makhluk yang diberi akal, memanfaatkan akal ini untuk berfikir. Dengan berfikir mendorong kita untuk dapat berikhtiar dengan cara melakukan penelitian. Sehingga kita dapat mengetahui bagaimana putri malu mereaksi rangsangan yang mengenainya. Dengan demikian, kita akan lebih memahami ayat-ayat Allah karena kita akan menyadari bahwa penjalaran rangsang yang terjadi ini telah diatur oleh yang Maha Kuasa.

Pembengkakan sebagai Alat Peka
Dalam ilmu Botani putri malu tergolong keluarga Mimosaceae dan memiliki nama ilmiah Mimosa pudica. Mimosa ini memiliki susunan daun kecil teratur simetris sepanjang tangkai daun. Tiap daun ditopang oleh suatu pembengkakan di pangkal lekatannya pada ranting. Sedang tiap ranting mempunyai pembengkakan serupa di pangkal nya pada batang. Pembengkakan ini (pulvinus) merupakan bagian yang peka terhadap rangsangan. Struktur ini mampu menimbulkan gerak daun-daun atau anak daun, yaitu gerak buka-tutup.

mimosa
Pada saat mereaksi sentuhan, daun Putri malu menguncup akibat hilangnya turgor karena air dalam sel-sel pulvinus keluar. Lalu ranting pun terkulai oleh karena hilangnya turgor pada pangkalnya. Putri malu ini seakan-akan jatuh pingsan dan daun-daunnya tergulung erat.

Gerak buka-tutup terjadi karena perubahan keseimbangan air (turgor) dalam sel-sel pulvinus. Sel-sel ini memiliki dinding sel tipis dan terisi air dari pembuluh lembut jaringan pengangkut yang berhubungan dengan sistem saluran pusat tumbuhan. Adanya rangsangan kecil menghilangkan keseimbangan air di dalam sel-sel pulvinus pangkal daun karena air dalam sel-sel tersebut mengalir ke luar. Sedangkan rangsangan yang lebih kuat menimbulkan reaksi serupa di dalam sel-sel pulvinus pangkal ranting. Akhirnya mungkin seluruh tubuh terpengaruh.



Mekanisme Perubahan Turgor dalam Sel–sel Pulvinus
Di dalam sel tumbuhan terdapat suatu struktur yang dapat mempertahankan turgor, struktur itu adalah vakuola. Vakuola mengeluarkan proton (H+) yang dapat melemahkan dinding. Seiring dengan peristiwa ini vakuola menyerap air dengan cepat lalu membengkak dan menekan cairan sel ke dinding sel serta mengakibatkan tekanan turgor untuk meregangkan dinding sehingga berukuran lebih besar.

pulvinus
Tanda panah menunjukkan bagian pulvinus

Daun Mimosa menunjukkan pembengkakan (pulvinus) pada pangkal tangkai daun dan pada setiap pangkal anak daun primer dan anak daun sekunder.

Seperti bola sepak yang telah dipompa, dinding sel pun menjadi kencang. Kekencangan ini dilipatgandakan beribu-ribu kali di dalam semua sel yang terdapat dalam pulvinus, sehingga bagian tumbuhan itu menjadi kaku. Bila tumbuhan kekurangan air karena menguap atau keluar dari sel seperti yang terjadi pada sel-sel pulvinus putri malu yang terkena rangsangan, maka turgor sel berkurang dan kekakuan tumbuhan pun berkurang, sehingga daun-daun putri malu saling menutup. Jika turgor hilang sama sekali maka daun dan batang akan menjadi semakin lemas dan putri malu pun terkulai.

 

Ketika pengaruh rangsangan telah dipindahkan menuju pulvinus pada pangkal tangkai daun, air keluar dari sel-sel bagian bawah pulvinus yang berdinding tipis menuju ruang antar sel. Karena sel-sel ini kehilangan turgornya sedangkan sel-sel pada bagian atas pulvinus tetap membengkak, maka tangkai daun pun terkulai.
Pulvinus pada pangkal anak daun primer berperan sama seperti pulvinus pada pangkal tangkai daun. Tetapi pulvinus pada pangkal anak daun sekunder berperan dengan cara sebaliknya. Dengan kata lain, pada saat tumbuhan terangsang, pulvinus pada pangkal tangkai daun dan pangkal tangkai anak daun primer akan menyebabkan tangkai daun dan tangkai anak daun mengarah ke bawah. Sedangkan pulvinus pada pangkal daun sekunder menyebabkan anak-anak daun mengarah ke atas sehingga saling menutup.

Putri Malu Pun Tak Ingin Disakiti
Tiadalah Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sia-sia. Struktur pulvinus putri malu bukanlah struktur yang tanpa fungsi atau yang terbentuk secara kebetulan. Allah telah menciptakan struktur ini dengan sempurna agar manusia dapat mengetahui tanda-tanda kebesaran-Nya, dan agar manusia dapat mengambil pelajaran dari reaksi yang terjadi pada tumbuhan ini. Banyak manusia yang mengenal putri malu ini dan sering melihat reaksinya, tapi tak banyak yang dapat mengambil pelajaran darinya.

“Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran (Q.S. An-Nahl:13).”

Reaksi spontan yang terjadi pada putri malu memberikan pelajaran bagi kita, bahwa tumbuhan pun memiliki perasaan dan mampu mempertahankan dirinya. Apabila disentuh atau diperlakukan dengan kasar, daun putri malu akan menguncup seolah-olah takut disakiti. Hal ini merupakan mekanisme perlindungan untuk mempertahankan dirinya, terutama dari gangguan binatang pemakan rumput. Keadaan terkulainya putri malu, membuat tumbuhan ini tampak tidak enak dimakan. Oleh karena itu, tumbuhan ini tidak mudah dimakan binatang.

Allah SWT telah mengatur reaksi spontan putri malu ini, semata-mata untuk kepentingan manusia juga. Sesungguhnya tumbuhan ini sangatlah berguna dalam pertanian karena dapat membantu menyuburkan tanah. Akar tumbuhan ini mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mampu mengikat Nitrogen. Oleh karena itu, putri malu dilengkapi dengan sistem pertahanan diri agar tetap hidup, sehingga manusia dapat mengambil manfaat darinya.

Tumbuhan ini hidup diantara semak-semak yang umumnya sering dianggap pengganggu, sehingga seringkali terkena pembabatan. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari semak-semak ini apabila kita yakin bahwa Allah menciptakan semak ini tanpa sia-sia. Alang-alang misalnya, banyak yang menganggap sebagai semak pengganggu dalam pertanian, tetapi akhir-akhir ini ternyata sari akar alang-alang dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.

source:  http://naurajannati.wordpress.com/2009/01/27/putri-malu/

0 komentar to “Tanaman Putri Malu Yang Khas (Saat Menguncup)”

Post a Comment

Jangan Lupa Tinggalin komentar di wahw33d. Kamu bisa Bertanya dan memberikan tanggapan artikel diatas. Tapi jangan nyepam yah.. hehe

 

wahw33d Copyright © 2009 - 2012 | Template Modified by GooGrape | Powered by Blogger